Berita  

Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Mahfud Md Berkirim Surat ke Jokowi

JAKARTA,87news.id – Mahfud Md mengaku sudah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal keputusannya menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

Dia berkirim surat karena Jokowi sedang tak berada di dalam negeri.

“Seperti yang saya katakan tadi, saya baru peroleh kepastian saya akan dijadikan cawapres baru 4 atau 5 hari lalu, dan sebelum dinyatakan oleh Bu Mega, saya tidak ingin menyampaikannya dulu, dan ketika kemarin diminta (jadi cawapres) oleh Bu Mega, Presiden sudah di luar negeri,” kata Mahfud Md berbincang dengan tim Liputan6 SCTV, Rabu (18/10/2024).

Pria yang masih menjabat sebagai Menko Polhukam ini mengaku setelah diumumkan menjadi bakal cawapres Ganjar, dirinya kemudian meminta izin kepada Presiden Jokowi agar bisa bertemu setelah tiba di Tanah Air.

“Jadi hari ini saya mengirim surat dan untuk itu saya mohon menghadap presiden dalam kesempatan pertama setelah presiden sampai di Indonesia,” kata Mahfud.

Berkaitan dengan alasan diumumkannya dia sebagai cawapres Ganjar saat Jokowi tengah berada di luar negeri, Mahfud Md mengaku tak mengetahuinya.

Menurut Mahfud, itu merupakan kewenangan PDIP dan partai pengusung lainnya.

“Itu urusan internal PDIP, bukan saya yang minta kok saya disuruh jelaskan soal itu, biar itu urusan PDIP,” ucap Mahfud.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meyakini bakal calon wakil presiden (bacawapres), Mahfud Md, dapat menjadi wasit yang baik di tengah persaingan politik dan bisnis, yang kerap dirasa tak adil.

Hal itu disampaikan Megawati saat mengumumkan nama Mahfud sebagai bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Beliau bisa menjadi wasit yang baik di tengah persaingan politik dan bisnis yang seringkali dirasakan tidak adil,” kata Megawati  di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (18/10/2023).

Menurut Megawati, Mahfud yang saat ini menjabat Menko Polhukam merupakan sosok yang jujur dan bernyali.

“Pak Mahfud jadi tampil apa adanya, jujur, bernyali, dan komitmen ideologinya tidak perlu diragukan lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut Megawati menugaskan Mahfud untuk mereformasi sistem hukum nasional yang berkeadilan.

“Agar tampil wajah keadilan sejati. Sudah lama rakyat menunggu keadilan ini,” imbuhnya.

Megawati lantas meminta doa dan restu kepada rakyat agar pasangan Ganjar-Mahfud dapat menjadi pemimpin Indonesia ke depan.

“Mudah-mudahan seperti tadi yang saya katakan, bahwa rakyat dapat ikut menjadikan kedua beliau ini untuk menjadi pemimpin negara dan bangsa di waktu yang akan datang,” tutup Megawati.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengumumkan Mahfud Md menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo. Di mata Megawati, Mahfud adalah sosok yang pantas dan mumpuni jadi cawapres Ganjar.

“Pak Mahfud, beliau sosok yang saya sendiri tidak asing beliau pernah menjadi anggota Dewan Pembina di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Jadi saya mengerti jalan pikirannya dan ketika beliau dipilih untuk menjadi Menkopolhukam, saya guyon sama beliau ‘Saya ini dari Presiden turun menjadi Ketua Dewan Pembina Ideologi Pancasila’, tapi saya bilang kepada beliau enggak apa-apa itu idelogi pancasila, tapi Anda (Mahfud) langsung meroket menjadi anggota kabinet,” kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Rabu, (18/10/2023).

Megawati menambahkan, pengalaman dan pengetahuan tinggi Mahfud di bidang jadi salah satu pertimbangannya.

“Prof Mahfud, seorang sosok inteletual yang mumpuni. Pengetahuan beliau di masalah hukum sangat penuh dengan pengalaman dan pengetahuan. Sosok dengan pengalaman lengkap di legisliatif, eksekutif, yudikatif. Lalu dikenal rakyat sebagai Pendekar Hukum dan pembela Wong Cilik,” tambahnya.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri resmi mengumumkan Mahfud Md menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo.

Pada pidato pertamanya usai resmi menjadi bakal capres Ganjar Pranowo, Mahfud menyatakan penegakan hukum akan menjadi fokus dan harus dituntaskan.

“Jika penegakan hukum dilakukan dengan benar maka setengah masalah dari bangsa ini insyaallah tuntas. kalau hukumnya bagus maka segala aspek kehidupan masyarakat akan bagus juga misalnya di bidang sosial politik budaya pertahanan keamanan dan ekonominya,”kata Mahfud di DPP PDIP, Rabu (18/10/2023).

Pemberantasan korupsi juga menjadi fokus Ganjar-Mahfud ke depan. “Prioritas pemberantasan korupsi, kepastian hukum, dan konsistensi dalam implementasi penegakannya, memberi jaminan bagi investasi dan pembangunan ekonomi serta memberi perlindungan kepada masyarakat,” kata dia.

Selain itu, Mahfud juga menyinggung soal perbedaan dan toleransi yang merupakan firman Tuhan.

“Demokrasi menghargai perbedaan dan perbedaan itu adalah fitrah, ciptaan Tuhan. Perbedaan di antara manusia baik ras, suku maupun agama itu karena diciptakan dan dikehendaki oleh Tuhan,” kata Mahfud.

“Indonesia yang beragam membutuhkan toleransi dan akseptasi,” pungkasnya.

sumber:Liputan6

Redaktur: Putra

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *