Polresta Bogor Kota Ungkap Penyelundupan BBM Bersubsidi

BOGOR,87news.id – Satreskrim Polresta melalui Tim Buser Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menangkap pelaku penyelundupan bio solar bersubsidi di kawasan Kota Bogor.

Polisi mengamankan tiga orang tersangka, berinisial Ll(50), NA(27), FA(26)  yang melakukan penyelundupan BBM jenis biosolar bersubsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Bogor kota dan sekitarnya.

Kapolresta Bogor kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi ini hasil penyelidikan Satreskrim di lapangan, awalnya Petugas mendapati truk box yang mencurigakan di salah satu SPBU di kota Bogor, Saat di lakukan pengecekan di temukan ada  tiga toren untuk diisikan BBM jenis solar di sejumlah SPBU.

Saat mengisi BBM jenis tersebut Ketiga orang membeli dengan harga subsidi pemerintah 6.800 dengan isian mencapai ratusan kilo liter pada ketiga toren tersebut.

“Namun ternyata BBM subsidi tersebut diselundupkan ke industri di Kawasan Pulo Gadung Jakarta Timur dengan harga non subsidi, tidak tanggung- tanggung harganya bisa melipat ganda  (23/01/24).

Sementara itu dari pihak Pertamina melakukan investigasi terhadap SPBU yang menjual BBM jenis subsidi ini pelaku yang ternyata bertindak sebagai pengepul bahan bakar untuk diseludupkan ke industri di Jakarta.

Salah seorang staf Pertamina cabang Bogor Raden Tri Wahyu menyebut, saat sedang melakukan pemeriksaan terhadap SPBU yang menjual BBM subsidi tersebut yang ternyata diselundupkan ke industri di kawasan Jakarta.

“Jika terbukti adanya perkongkolan atas dugaan penyelundupan BBM bersubsidi tersebut maka SPBU yang menjualnya bisa dikenakan sanksi hingga pemutusan hubungan usaha,” katanya.

Akibat penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut, “pendistribusian bio solar bersubsidi yang seharus nya bisa di nikmati masyarakat menjadi berkurang hingga merugikan secara ekonomi”, Kata Bismo.

Kini atas perbuatanya ,tersangka akan di jerat dengan pasal 55 UU Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 Jo Pasal 40 Angka 9 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Pengganti undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun dan denda 60 Miliar.

Redaktur : Putra

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *